Foto : Bidang SDMK Dinkes Provinsi Papua

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Gelar Evaluasi Akhir dan Pemulangan 48 Dokter Internsip Periode November 2025

Jayapura, 7 Oktober 2026 – Dinas Kesehatan Provinsi Papua melalui Komite Internsip Kedokteran Indonesia (KIKI) Provinsi Papua melaksanakan kegiatan Evaluasi Akhir dan Pemulangan Peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) Angkatan IV Tahun 2025 Periode November 2025, pada Rabu (7/10/2026). Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh peserta dokter internsip, dokter pendamping, perwakilan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, KIKI Pusat, KIKI Provinsi Papua, serta pihak terkait lainnya. Evaluasi dilaksanakan sebagai bagian dari tahapan akhir pelaksanaan program sebelum peserta menyelesaikan masa penugasan pada 26 Oktober 2026.

Sebanyak 48 dokter internsip mengikuti program yang tersebar pada empat rumah sakit wahana penempatan di Kota Jayapura dan Kabupaten Biak Numfor. Keempat wahana tersebut meliputi RS Bhayangkara, RSAD Marthen Indey, RSAL dr. Soedibjo Sardadi, dan RSUD Biak Numfor. Setiap rumah sakit menjadi wahana bagi 12 dokter internsip yang menjalani masa penugasan selama satu tahun, terhitung sejak November 2025 hingga Oktober 2026. Dalam pelaksanaannya, peserta menjalani rotasi pelayanan selama enam bulan di rumah sakit dan enam bulan di puskesmas, dengan pembagian kelompok untuk memastikan kesinambungan pelayanan dan pengalaman praktik pada kedua jenis fasilitas pelayanan kesehatan.

Untuk mendukung pelaksanaan program, masing-masing rumah sakit memiliki dua puskesmas wahana pasangan. RS Bhayangkara bermitra dengan Puskesmas Twano Entrop dan Puskesmas Abe Pantai; RSAD Marthen Indey dengan Puskesmas Jayapura Utara dan Puskesmas Tanjung Ria; RSAL dr. Soedibjo Sardadi dengan Puskesmas Kotaraja dan Puskesmas Imbi; serta RSUD Biak Numfor dengan Puskesmas Ridge dan Puskesmas Biak Kota. Pada setiap kelompok wahana, pembagian enam dokter di rumah sakit dan enam dokter di puskesmas dilakukan secara bergantian sesuai pengaturan rotasi, sehingga seluruh peserta memperoleh pengalaman pelayanan kesehatan di tingkat rujukan maupun pelayanan kesehatan primer.

Rangkaian kegiatan evaluasi diawali dengan registrasi peserta dan pendamping, penyampaian mekanisme administrasi pemulangan oleh Sekretariat KIKI Pusat, serta pembukaan yang dilanjutkan dengan sambutan dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan perwakilan Kementerian Kesehatan. Kegiatan juga diisi dengan penyampaian pesan dan kesan oleh perwakilan peserta dan dokter pendamping, serta laporan pelaksanaan PIDI di Provinsi Papua oleh KIKI Provinsi. Laporan tersebut mencakup pelaksanaan orientasi, penjadwalan, dukungan sosial dari wahana, monitoring dan evaluasi, kinerja peserta dan pendamping, hingga berbagai permasalahan serta tindak lanjut selama pelaksanaan program.

Sesi evaluasi akhir program menghadirkan Prof. dr. Putu Moda Arsana, Sp.PD-KEMD, FINASIM, dari Kelompok Kerja PIDI, bersama dr. Dodik Nursanto, M.Biomed., dari Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI). Evaluasi ini menjadi bagian penting dalam menilai pelaksanaan program, pencapaian kompetensi peserta, serta kesiapan dokter internsip untuk melanjutkan pengabdian profesional setelah menyelesaikan masa penugasan. Rangkaian kegiatan juga mencakup pembacaan pernyataan hasil evaluasi kinerja sebagai bagian dari proses akhir penyelenggaraan PIDI periode tersebut.

Melalui pelaksanaan program ini, Dinas Kesehatan Provinsi Papua terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan, khususnya dalam mempersiapkan dokter yang kompeten, profesional, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat. Pengalaman praktik di rumah sakit dan puskesmas diharapkan dapat memperkuat kemampuan klinis, komunikasi, kerja sama lintas profesi, serta pemahaman peserta terhadap sistem pelayanan kesehatan, baik pada tingkat pelayanan primer maupun rujukan. Sinergi antara Kementerian Kesehatan, KIKI, pemerintah daerah, dokter pendamping, dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan program internsip di Provinsi Papua.

Kegiatan evaluasi dan pemulangan peserta PIDI secara resmi ditutup oleh Kepala Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Yonece Wadi, SKM., M.Kes. Penutupan ini sekaligus menandai berakhirnya rangkaian evaluasi akhir program bagi 48 dokter internsip yang telah menjalani proses pembelajaran dan pengabdian di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Jayapura dan Kabupaten Biak Numfor. Dinas Kesehatan Provinsi Papua menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, dokter pendamping, pimpinan rumah sakit, kepala puskesmas, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung kelancaran pelaksanaan PIDI. Diharapkan pengalaman dan kompetensi yang diperoleh selama masa internsip dapat menjadi bekal dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien serta kebutuhan masyarakat. (Patricia S Jomilena, SKM., MPH)


Share :