Foto : UNICEF Papua

Kepulauan Aruri Jadi Kantong Terakhir Malaria di Supiori, Masyarakat Kampung Ambil Alih Garis Depan Eliminasi

SUPIORI, September 2026 — Dari lima distrik di Kabupaten Supiori, hanya Distrik Kepulauan Aruri yang masih mencatat kasus malaria indigenous. Untuk menutup kantong penularan terakhir ini, 37 peserta yang terdiri dari Kepala Kampung, Kader Malaria, serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dari delapan kampung dilatih menjadi fasilitator Participatory Learning and Action (PLA) — sebuah pendekatan yang menyerahkan analisis masalah dan perancangan solusi langsung ke tangan warga.

Berbeda dari pelatihan konvensional, PLA mengajak peserta menggali sendiri akar masalah kesehatan di kampung mereka — bukan hanya malaria, tetapi juga Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), imunisasi, serta pengenalan penyakit kusta dan tuberkulosis (TBC). Integrasi isu-isu ini dalam satu pendekatan menjawab kenyataan di lapangan: wilayah kepulauan terpencil seperti Aruri menghadapi tantangan ganda — ibu hamil yang tak terjangkau skrining malaria sering kali adalah ibu yang sama yang anaknya belum lengkap imunisasi, sementara kasus kusta dan TBC berisiko tidak terdeteksi tanpa peran aktif masyarakat.

Pengenalan kusta dan TBC menjadi bagian penting pelatihan karena kedua penyakit ini masih menjadi beban kesehatan di Papua. Kusta adalah penyakit menular kronis yang menyerang kulit dan saraf tepi; jika terlambat ditangani, dapat menyebabkan kecacatan permanen. Sementara TBC menyerang paru-paru dan organ lain, dengan penularan melalui percikan dahak. Kedua penyakit ini dapat disembuhkan bila ditemukan dan diobati secara tuntas — namun kunci utamanya adalah penemuan kasus sedini mungkin di tingkat kampung, tepat di mana peran kader dan Tim Kesehatan Kampung menjadi sangat krusial.

12 Rencana Aksi Masyarakat. Hasil utama pelatihan adalah setiap kampung menyusun Rencana Kegiatan Masyarakat (RKM) berbasis kondisi lokal. Secara kolektif, peserta menyepakati 12 kegiatan yang akan berjalan mulai September hingga November 2026, mencakup: fasilitasi PLA lanjutan di masing-masing kampung; pembentukan Tim Kesehatan Kampung; pembuatan peta kesehatan kampung untuk memetakan faktor risiko penyakit; pemeriksaan malaria massal dan pemeriksaan demam berkala; pemantauan minum obat malaria, kusta, dan TBC oleh kader; pemantauan dan intervensi genangan air positif malaria; revitalisasi posyandu; surveilans migrasi; serta penyusunan peraturan distrik dan kampung tentang surveilans berbasis masyarakat.

Peserta pelatihan berasal dari Kampung Rayori, Mbrurwandi, Mangonswan, Ineki, Insumbrei, Wongkeina, Aruri, dan Yamnaisu, didampingi petugas Pustu, Puskesmas, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Supiori. Para peserta kini akan berperan sebagai fasilitator PLA di kampung masing-masing, memperluas proses identifikasi masalah dan penyusunan aksi kepada seluruh masyarakat.

Satu pesan kuat mengemuka dari masyarakat Kepulauan Aruri selama pelatihan: mereka ingin merayakan Natal 2026 tanpa malaria. Keinginan ini bukan sekadar harapan — melainkan target bersama yang kini ditopang oleh 12 kegiatan konkret dalam RKM, mulai dari pemeriksaan massal hingga pemantauan genangan air, yang seluruhnya dijadwalkan selesai sebelum Desember.

Pelatihan ini menegaskan bahwa eliminasi malaria dan penanggulangan penyakit menular di wilayah kepulauan terpencil tidak cukup ditopang dari puskesmas saja — butuh masyarakat kampung yang terampil, terorganisir, dan memiliki rencana aksi sendiri. Dengan tekad merayakan Natal tanpa malaria sebagai pemersatu, Supiori menjadi contoh bagaimana pendekatan berbasis masyarakat dapat mempercepat pencapaian target eliminasi sekaligus memperkuat layanan kesehatan dasar bagi ibu dan anak di Tanah Papua. (Yudi)

 

  • Catatan untuk redaksi: Kegiatan ini merupakan bagian dari program eliminasi malaria Dinas Kesehatan Kabupaten Supiori dengan dukungan UNICEF dan Global Fund. Selain pencatatan RKM, masyarakat kampung juga difasilitasi dengan alat pencatatan kesehatan ibu hamil dan imunisasi anak di tingkat kampung.
  • Narahubung:
  • Olince Rumere, SKM., M.Kes — Kabid P2P, Dinas Kesehatan Kabupaten Supiori / UNICEF Papua
  • Email: olincerumere23@gmail.com  HP: 082199520198

 


Share :