Dinkes Papua Perkuat Strategi EDAT Biak Numfor demi Target Eliminasi Malaria Papua 2028
BIAK – Dinas Kesehatan Provinsi Papua terus memacu langkah nyata dalam menekan angka kesakitan malaria di wilayahnya. Melalui kegiatan Sosialisasi dan Persiapan Early Detection and Access to Treatment (EDAT) yang berlangsung pada Selasa hingga Rabu, 31 Maret – 1 April 2026, Kabupaten Biak Numfor resmi memperkuat komitmennya sebagai salah satu garda terdepan dalam percepatan eliminasi malaria di Provinsi Papua.
Kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Biak Numfor ini menjadi krusial mengingat data per Maret 2026 menunjukkan bahwa Biak Numfor masih berada dalam kategori wilayah endemis tinggi I. Strategi EDAT atau deteksi dini dan akses pengobatan cepat menjadi pilar utama untuk memastikan setiap kasus ditemukan dan diobati secara tuntas hingga ke pelosok desa.
Sinergi Lintas Sektor dan Penguatan Kader
Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, 21 Kepala Puskesmas, serta 21 Penanggung Jawab (PJ) Malaria dari seluruh wilayah kerja di Biak. Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan perwakilan UNICEF turut hadir memberikan penguatan materi terkait kebijakan program, pengendalian vektor, hingga alur pelaporan yang akuntabel.
Dalam arahannya, Kasie Malaria Balai P2 ATM Dinkes Provinsi Papua, Silas Mabui,SKM., M.Kes, menekankan bahwa persiapan yang matang di tingkat kabupaten akan menghasilkan rencana operasional yang jelas. "Kita harus memastikan akses pelayanan universal, mulai dari pencegahan hingga terapi, tersedia bagi seluruh lapisan masyarakat,”.
Rencana Tindak Lanjut: Langkah Konkret di Lapangan
Sebagai hasil dari pertemuan tersebut, sejumlah kesepakatan strategis telah ditandatangani untuk segera diimplementasikan mulai 1 April 2026, di antaranya:
- Penguatan Surveilans: Pelaksanaan kegiatan Penyelidikan Epidemiologi (PE 1-2-5) dan survei kontak secara berkelanjutan.
- Skrining Pintu Masuk: Pendirian posko surveilans di titik strategis seperti Bandara, Pelabuhan, dan area Tiptop untuk memeriksa pelaku perjalanan.
- Pemberdayaan Kader: Pendistribusian logistik RDT (Rapid Diagnostic Test) kepada kader malaria serta pengadaan timbangan berat badan di setiap kampung untuk memastikan akurasi dosis obat.
- Kemitraan Swasta: Membangun kerjasama dengan apotek swasta terkait ketersediaan obat malaria bagi apotek yang memiliki fasilitas pemeriksaan mikroskop.
Menuju Papua Bebas Malaria
Upaya ini didanai melalui hibah GF-ATM Komponen Malaria Provinsi Papua Tahun 2026. Dengan tersusunnya rencana operasional yang komprehensif, Kabupaten Biak Numfor diharapkan dapat segera menurunkan tingkat endemisitasnya dan berkontribusi signifikan terhadap target nasional eliminasi malaria pada tahun 2030.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan mitra internasional seperti UNICEF, langkah kecil dari Biak ini menjadi harapan besar bagi masyarakat Papua untuk hidup sehat dan terbebas dari penularan malaria. (Arif)