Dinkes Papua Perkuat Strategi EDAT di Kabupaten Keerom Guna Akselerasi Eliminasi Malaria Provinsi Papua 2028
KEEROM – Dalam upaya mencapai target eliminasi malaria nasional pada tahun 2030, Dinas Kesehatan Provinsi Papua menggelar kegiatan Persiapan Early Detection and Access to Treatment (EDAT) Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2026 yang berlokasi di Kabupaten Keerom. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 30 hingga 31 Maret 2026 ini, bertujuan untuk mematangkan rencana operasional percepatan penurunan kasus malaria di wilayah tersebut.
Malaria masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat di Papua. Berdasarkan data Sismal per 31 Desember 2025, angka API (Annual Parasite Incidence) di Kabupaten Keerom masih tergolong tinggi yaitu 751,36 per 1.000 penduduk. Sebagai langkah nyata, strategi EDAT diterapkan untuk memastikan deteksi dini dan akses pengobatan yang cepat bagi penderita, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom membuka secara resmi pertemuan ini, yang dihadiri oleh 48 peserta yang terdiri dari Tim Kerja Malaria Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, serta perwakilan dari Puskesmas Arso Kota, Arso Barat, Arso III, dan Puskesmas Ywan. Turut hadir pula 24 tenaga kesehatan dan kader malaria yang menjadi ujung tombak di lapangan.
Kegiatan ini sangat krusial untuk mengidentifikasi wilayah prioritas, menentukan sasaran populasi yang akan diperiksa, serta menghitung kebutuhan logistik seperti RDT dan ACT agar pelaksanaan di lapangan berjalan efektif dan efisien.
Selama pertemuan, para peserta menerima pembekalan materi intensif yang mencakup:
- Update kebijakan dan evaluasi capaian program tahun 2025.
- Alur Logistik Malaria
- Alur pencatatan dan pelaporan melalui aplikasi SISMAL.
- Strategi pengendalian vektor bekerja sama dengan UNICEF.
- Panduan administrasi dan pertanggungjawaban kegiatan yang bersumber dari dana Global Fund (GF-ATM).
Sebagai tindak lanjut, akan dilaksanakan kegiatan EDAT secara berkelanjutan di kampung-kampung yang menjadi lokus intervensi. Dengan perencanaan yang matang dan koordinasi yang kuat antar pemangku kepentingan, Dinas Kesehatan Provinsi Papua optimis angka kesakitan dan kematian akibat malaria di Kabupaten Keerom dapat terus ditekan menuju Papua Bebas Malaria.(Arif)