Percepat Eliminasi Malaria, Dinkes Provinsi Papua Gelar Persiapan EDAT di Kabupaten Jayapura
SENTANI – Dalam upaya menekan angka kesakitan dan mencapai target eliminasi malaria Papua 2028, Dinas Kesehatan Provinsi Papua menyelenggarakan kegiatan "Persiapan Early Detection and Access to Treatment (EDAT) Tingkat Kabupaten". Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Senin, 13 April hingga Selasa, 14 April 2026, bertempat di Resto & Café Effata, Sentani.
Urgensi Penanganan di Wilayah Endemis
Provinsi Papua masih menghadapi tantangan besar dengan jumlah kasus positif malaria yang mencapai 303.931 pada tahun 2025. Strategi EDAT menjadi pilar utama karena fokus pada deteksi dini dan pemberian akses pengobatan yang cepat serta tepat, terutama bagi masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun rencana operasional yang rinci, menetapkan wilayah prioritas, serta menghitung kebutuhan logistik seperti Rapid Diagnostic Test (RDT) dan obat Artemisinin-based Combination Therapy (ACT).
Kolaborasi Lintas Sektor dan Puskesmas
Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai pihak strategis, meliputi:
- Narasumber Provinsi: Memberikan materi terkait cakupan program dan alur pelaporan.
- Unicef Papua: Berpartisipasi dalam memberikan penguatan pada aspek pengendalian vektor.
- Puskesmas: Perwakilan dari 9 Puskesmas, termasuk Puskesmas Sentani, Waibhu, Genyem, dan Lereh.
- Kader Malaria: Sebanyak 25 perwakilan kader dari lokus pelaksanaan EDAT turut hadir untuk mempersiapkan teknis lapangan.
Fokus pada 25 Lokus Strategis
Berdasarkan hasil perencanaan berbasis data, pelaksanaan program ini akan difokuskan pada:
- 25 lokus pelaksanaan.
- Tersebar di 15 kampung dan 8 wilayah kerja Puskesmas.
- Puskesmas yang terlibat meliputi Dosay, Genyem, Harapan, Khomba Waliyauv, Nimbokrang, Sentani Kota, Taja/Yapsi, dan Waibhu.
Target dan Harapan
Output utama dari pertemuan ini adalah tersusunnya jadwal pelaksanaan di setiap lokus dan kesiapan kader desa dalam menjalankan tugasnya. Pembiayaan kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh dana GF – ATM Komponen Malaria Provinsi Papua Tahun 2026.
Melalui persiapan yang matang ini, diharapkan pelaksanaan EDAT di Kabupaten Jayapura dapat berjalan efektif dan efisien, sehingga masyarakat sehat yang terbebas dari penularan malaria dapat segera terwujud. (Arif)