Foto : Dinkes Papua Gelar Persiapan EDAT di Waropen

Dinkes Papua Gelar Persiapan EDAT di Waropen, Targetkan Pemutusan Rantai Penularan Malaria

WAROPEN – Dalam upaya mencapai target eliminasi malaria di Provinsi Papua pada tahun 2028, Dinas Kesehatan Provinsi Papua menyelenggarakan kegiatan Persiapan Early Detection and Access to Treatment (EDAT) tingkat Kabupaten Waropen. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni 8-9 April 2026 ini, dipusatkan di Ruang Balai Kampung Ronggaiwa.

Sinergi Strategis Menuju Eliminasi

Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun perencanaan operasional yang rinci, mencakup penentuan lokasi prioritas, sasaran populasi, jadwal kegiatan, hingga perhitungan kebutuhan logistik medis. Strategi EDAT menjadi pilar penting untuk memastikan deteksi dini dan pengobatan yang cepat serta tepat bagi penderita malaria di wilayah endemis dan sulit dijangkau.

Kepala Seksi Malaria Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Silas Mabui, SKM., M.Kes, menekankan pentingnya akses universal terhadap pelayanan malaria. "Pertemuan ini harus menghasilkan rencana kerja yang jelas agar pelaksanaan EDAT di lapangan dapat berjalan efektif mendukung percepatan eliminasi malaria di Waropen," ujarnya.

Komitmen Bersama dalam Rencana Tindak Lanjut (RTL)

Pertemuan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang tertuang dalam Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk dilaksanakan selama enam bulan ke depan. Beberapa poin utama kesepakatan tersebut meliputi:

  • Pelaksanaan Kegiatan TOKEN/EDAT Lengkap: Mencakup pemeriksaan darah kepada seluruh populasi, pemantauan minum obat, pemetaan tempat perindukan nyamuk, hingga pengendalian vektor (larvasiding, kelambu, atau IRS) sesuai kondisi kampung.
  • Komando Puskesmas: Kepala Puskesmas bertanggung jawab sebagai komando pelaksanaan di wilayah kerjanya untuk memastikan target pemeriksaan dan pengobatan tercapai.
  • Peran Kader Malaria: Kader malaria di kampung lokus akan membantu pelaksanaan teknis di lapangan, termasuk edukasi masyarakat, dan akan dibekali alat tes cepat (RDT) oleh Dinas Kesehatan Kabupaten.
  • Jaminan Logistik: Dinas Kesehatan Kabupaten berkomitmen memastikan ketersediaan logistik malaria selama masa kegiatan.

Partisipasi Lintas Sektor

Kegiatan ini diikuti oleh tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen, serta perwakilan dari Puskesmas Waren, Puskesmas Urfas, dan Puskesmas Khemon Jaya. Narasumber dari UNICEF juga turut memberikan materi mengenai pengendalian vektor untuk memperkuat strategi di lapangan.

Seluruh pembiayaan kegiatan ini bersumber dari dana GF-ATM Komponen Malaria Provinsi Papua Tahun 2026. Dengan adanya persiapan yang matang melalui mikroplaning ini, diharapkan angka kesakitan akibat malaria di Kabupaten Waropen dapat diturunkan secara signifikan. (Arif)


Share :