Foto : Dinas Kesehatan Provinsi Papua

Percepat Eliminasi Malaria Papua 2028, Dinkes Papua Gelar Pertemuan Persiapan EDAT di Kota Jayapura

JAYAPURA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua terus menunjukkan komitmen serius dalam menekan angka kesakitan malaria melalui strategi Early Detection and Access to Treatment (EDAT). Sebagai langkah awal implementasi tahun 2026, Dinkes Papua menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Persiapan EDAT Tingkat Kota Jayapura yang berlangsung selama dua hari, Rabu – Kamis (01–02 April 2026) di Kota Jayapura.

Kegiatan ini merupakan respon terhadap tantangan malaria di Provinsi Papua yang masih memiliki angka Annual Parasite Incidence (API) yang masih tergolong tinggi, di mana data Sismal per 31 Desember 2025 mencatat angka API yang signifikan di wilayah tersebut, yaitu 166,6 per 1.000 penduduk. Strategi EDAT fokus pada deteksi dini dan akses pengobatan yang cepat serta tepat, khususnya bagi masyarakat di wilayah endemis tinggi dan lokasi yang sulit dijangkau.

Sinergi Lintas Sektor dan Peran Kader

Pertemuan ini melibatkan 76 peserta yang terdiri dari tim Dinkes Provinsi Papua, jajaran Dinkes Kota Jayapura, perwakilan dari 13 Puskesmas se-Kota Jayapura, serta 21 kader malaria dari lokus pelaksanaan EDAT. Keterlibatan aktif mitra pembangunan seperti UNICEF juga turut memberikan penguatan materi, khususnya pada aspek pengendalian vektor.

Selama dua hari, peserta mendapatkan pembekalan materi intensif yang meliputi:

  • Evaluasi cakupan program malaria tingkat Provinsi dan Kota.
  • Sosialisasi mekanisme dan alur kerja EDAT.
  • Manajemen logistik dan alur permintaan obat ke Farmasi Kota.
  • Penguatan sistem pencatatan dan pelaporan kasus.

Penentuan Wilayah Prioritas

Tim kerja telah menetapkan wilayah prioritas berdasarkan data kasus tahun 2025. Intervensi percepatan penurunan kasus malaria akan difokuskan pada:

  • 21 lokasi kelurahan atau kampung.
  • Melibatkan 13 Puskesmas di wilayah Kota Jayapura, termasuk Puskesmas Waena, Koya Barat, Abepura, hingga Tanjung Ria.

Strategi dan Teknis Pelaksanaan

Untuk menunjang efektivitas program, pertemuan menyepakati penggunaan teknologi dan manajemen logistik yang ketat:

  • Pemetaan Digital: Penentuan dan pemetaan wilayah disepakati menggunakan perangkat lunak ONA.
  • Logistik Medis: Jadwal pelaksanaan kegiatan EDAT akan menyesuaikan dengan ketersediaan stok logistik, khususnya alat tes cepat (Rapid Diagnostic Test/RDT) dan obat anti malaria (OAM) di Kota Jayapura.
  • Koordinasi Terpadu: Penguatan koordinasi antara puskesmas, kader kesehatan, dan aparat kelurahan/kampung menjadi tanggung jawab bersama demi kelancaran jadwal yang telah disepakati.

Capaian dan Output Kegiatan

Pertemuan ini berhasil menyusun rencana operasional yang komprehensif, mulai dari identifikasi populasi target hingga penyiapan kader malaria desa yang siap bertugas. Seluruh pembiayaan kegiatan ini bersumber dari dana Global Fund (GF) – ATM Komponen Malaria Provinsi Papua Tahun 2026.

Dengan persiapan yang matang ini, Pemerintah Provinsi Papua optimis dapat menekan angka kesakitan malaria secara signifikan, sejalan dengan komitmen nasional untuk mencapai eliminasi malaria bertahap hingga tahun 2030


Share :