Percepat Eliminasi Malaria Papua 2028, Dinkes Papua Gelar Persiapan EDAT di Kabupaten Sarmi
SARMI – Dinas Kesehatan Provinsi Papua terus menunjukkan komitmen serius dalam memberantas penyakit malaria. Sebagai langkah nyata, kegiatan Persiapan Early Detection and Access to Treatment (EDAT) Tingkat Kabupaten resmi digelar di Kabupaten Sarmi pada Rabu hingga Kamis, 08 – 09 April 2026. Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat deteksi dini dan akses pengobatan cepat bagi masyarakat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.
Urgensi Penanganan Malaria di Papua
Berdasarkan data sistem informasi malaria (Sismal) per Maret 2026, angka kasus malaria di Provinsi Papua masih menjadi tantangan besar. Pada tahun 2024, angka Annual Parasite Incidence (API) tercatat sebesar 216,67 per 1.000 penduduk, dan mengalami peningkatan pada tahun 2025 menjadi 283,09 per 1.000 penduduk.
Kabupaten Sarmi menjadi salah satu lokus prioritas karena target global dan nasional menetapkan Indonesia harus mencapai eliminasi malaria selambat-lambatnya pada tahun 2030. Melalui strategi EDAT, pemerintah berharap dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian secara signifikan melalui pelayanan yang universal.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Puskesmas
Kegiatan yang dipusatkan di Kabupaten Sarmi ini melibatkan berbagai elemen penting dalam sistem kesehatan. Peserta terdiri dari:
- Dinas Kesehatan Kabupaten Sarmi: 5 Orang.
- Perwakilan 7 Puskesmas: Meliputi Puskesmas Sarmi, Betaf, Burtin, Bonggo Barat, Bonggo Timur, Bagaiserwar, dan Bonggo.
- Kader Malaria/Pendamping Kader: 21 orang perwakilan dari lokus pelaksanaan EDAT.
- Narasumber: Menghadirkan tenaga ahli dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Farmasi Kabupaten, hingga mitra internasional seperti UNICEF yang memberikan materi khusus mengenai pengendalian vektor.
Penyusunan Rencana Operasional
Selama dua hari pertemuan, para peserta fokus pada penyusunan rencana operasional yang komprehensif. Hal ini mencakup:
- Identifikasi Wilayah: Menentukan titik-titik prioritas pelaksanaan EDAT.
- Penjadwalan: Menyusun jadwal pemeriksaan populasi secara terperinci.
- Logistik: Memastikan ketersediaan alat pendukung seperti Rapid Diagnostic Test (RDT), obat ACT, serta sarana pencatatan dan pelaporan.
Dukungan Anggaran
Seluruh rangkaian kegiatan persiapan ini didukung penuh secara finansial oleh dana GF – ATM (Global Fund - AIDS, Tuberculosis, and Malaria) Komponen Malaria Provinsi Papua Tahun Anggaran 2026.
Dengan persiapan yang matang di tingkat kabupaten hingga kader desa, diharapkan akses pengobatan malaria di Kabupaten Sarmi tidak lagi terhambat oleh kendala geografis, demi mewujudkan masyarakat Papua yang sehat dan bebas malaria.