Dinas Kesehatan Provinsi Papua Melaksanakan Monitoring dan Resistensi Insektisida Malaria di Kabupaten Mamberamo Raya
MAMBERAMO RAYA — Kabupaten Mamberamo Raya di Provinsi Papua kerap dikenal sebagai salah satu wilayah "surga hijau" yang kaya akan keanekaragaman hayati. Memiliki wilayah yang dikenal dengan area dari air menetes sampai ombak pecah, dari Nandofoai sampai Yoke, dengan luas wilayah lebih dari 23.000 km², daerah ini dialiri oleh Sungai Mamberamo—sungai terbesar dan terpanjang di Papua. Namun, kondisi geografisnya yang didominasi oleh hutan lebat, rawa-rawa, dan lintasan perairan sungai juga menjadikannya sebagai habitat ideal bagi berkembangnya nyamuk Anopheles, sang pembawa parasit malaria.
Dalam rangka mendukung percepatan eliminasi malaria di Tanah Papua, tim ahli kesehatan gabungan dari Labkesmas Papua, BKK Jayapura, dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua melaksanakan Survei Monitoring Resistensi Insektisida Malaria di wilayah kerja Puskesmas Burmeso, Mamberamo Raya, pada pertengahan Agustus 2026.
Perjalanan tim survei ini tidaklah mudah. Untuk mencapai lokasi, mereka harus menempuh perjalanan menggunakan kapal melintasi perairan laut dan sungai. Di lokasi penangkapan—seperti area perumahan, bukit, hingga sekitar kandang sapi—para petugas bekerja di malam sampai pagi hari berburu nyamuk Anopheles hidup. Walau sempat dihadang hujan deras, angin kencang, hingga kabut tebal, tim berhasil mengumpulkan sampel nyamuk Anopheles yang cukup untuk diuji.
Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, ditemukan tiga spesies nyamuk Anopheles utama yang potensial menjadi vector malaria di Burmeso, yaitu Anopheles farauti, Anopheles koliensis, dan Anopheles kochi.
Senjata Utama Masih Efektif 100%
Fokus utama dari survei ini adalah menguji tingkat kerentanan nyamuk terhadap insektisida Deltametrin 0,03%, bahan kimia yang umum digunakan dalam program pengendalian malaria, seperti pada kelambu berinsektisida.

Menggunakan standar uji tabung WHO (WHO Susceptibility Test), nyamuk Anopheles hasil tangkapan dipaparkan pada insektisida dan diamati perkembangannya. Hasilnya sangat menggembirakan Efek Cepat : Dalam waktu kurung dari 60 menit pertama pemaparan, seluruh nyamuk uji sudah dalam kondisi pingsan (knockdown) dan Tingkat Kematian 100% : Setelah pemeliharaan 24 jam pasca-pemaparan, angka kematian nyamuk mencapai 100%.
Hal ini menunjukkan bahwa nyamuk Anopheles di kawasan Burmeso, Kabupaten Mamberamo Raya, masih sangat rentan (efektif dibunuh) oleh insektisida Deltametrin 0,03% dan belum mengalami kekebalan/resistensi.
Langkah Ke Depan untuk Mamberamo Bebas Malaria
Meski racun nyamuk yang digunakan program pemerintah masih terbukti ampuh, keberhasilan eliminasi malaria tetap membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Tim penanggulangan merekomendasikan pentingnya peningkatan promosi kesehatan, seperti perlindungan diri dari gigitan nyamuk (penggunaan kelambu atau lotion anti-nyamuk), pemeriksaan darah (screening) malaria, kerja sama lintas sektor dan keterlibatan masyarakat seperti bagaimana menjaga lingkungan sekitar agar tidak menjadi tempat perindukan (habitat) nyamuk.
Dengan memanfaatkan strategi intervensi yang tepat di habitat alami Mamberamo Raya yang menakjubkan, asa untuk mewujudkan Papua bebas malaria kian terbuka lebar.Mecom Cirimo Ecipiri Punum Mate. (Arif).