Foto : UPT ATMK Dinkes Papua

PELAKSANAAN AUDIT KLINIS LAYANAN TBC RO DI RSUD SERUI KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN

Yapen, 3 - 6 September 2026 - Pelaksanaan Audit Klinis Layanan Tuberkulosis Resistan Obat (TBC RO) di RSUD Serui kembali dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat mutu pelayanan dan memastikan tata laksana pasien TBC RO berjalan sesuai standar program TBC nasional.

Kegiatan ini merupakan pelaksanaan audit klinis yang kedua kalinya di RSUD Serui, dengan sejumlah perkembangan positif yang terlihat sejak kunjungan sebelumnya, salah satunya telah tersedianya dokter spesialis paru sebagai bagian penting dalam penguatan layanan TBC RO di rumah sakit.n. Leonardo Kopon, SKM - Staf Teknikal TBC RO Dinas Kesehatan Provinsi Papua, menyampaikan bahwa audit klinis tidak semata-mata bertujuan menemukan kekurangan, melainkan menjadi ruang untuk mengidentifikasi kesenjangan, memberikan rekomendasi, serta mendorong perbaikan mutu layanan TBC RO secara berkelanjutan. “Audit klinis bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk mengidentifikasi kesenjangan, memberikan rekomendasi, dan mendorong perbaikan mutu layanan TBC RO secara berkelanjutan,” ujarnya.

kegiatan memperkuat mutu pelayanan dan tata laksana pasien TBC RO

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Serui menyampaikan apresiasi kepada Tim TBC Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan dokter spesialis paru dari RSUD Abepura atas pendampingan dan pelaksanaan audit klinis di rumah sakit tersebut. “Kami berterima kasih kepada Tim TBC Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan dokter spesialis paru dari RSUD Abepura atas pelaksanaan audit klinis layanan TBC RO di rumah sakit kami, hasil audit ini akan menjadi masukan dan rekomendasi penting bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan mutu layanan TBC RO,” ungkapnya.

Pada pelaksanaan audit kali ini, sebanyak enam pasien TBC RO yang sedang menjalani pengobatan di RSUD Serui direview oleh Tim Ahli Klinis (TAK) Eksternal, yang terdiri atas tiga pasien dengan paduan BPaLM dan tiga pasien lainnya dengan paduan jangka panjang.

Proses review dilakukan dengan menelaah tata laksana pasien mulai dari diagnosis, pemilihan regimen, pemantauan pengobatan dan efek samping, hingga evaluasi perkembangan pasien, serta mencocokkannya dengan rekam medis dan pencatatan pada Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Dari hasil audit, masih ditemukan beberapa aspek yang perlu diperkuat, terutama pelaksanaan investigasi kontak yang belum maksimal melibatkan puskesmas jejaring serta pencatatan dan pelaporan secara digital melalui SITB yang masih perlu dioptimalkan. Temuan tersebut kemudian dibahas bersama tim rumah sakit dan TAK Eksternal untuk merumuskan solusi serta rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti sesuai kondisi dan kebutuhan layanan di RSUD Serui. Melalui audit klinis yang dilaksanakan secara berkala, Dinas Kesehatan Provinsi Papua mendorong agar setiap temuan tidak berhenti sebagai catatan evaluasi, tetapi menjadi dasar perbaikan nyata sehingga layanan TBC RO di RSUD Serui semakin bermutu, terintegrasi, dan berkelanjutan. (Chris)

 

 


Share :

Tidak ada tag terkait.