Pertemuan Pembudayaan Hidup Sehat Tingkat Provinsi Papua
Jayapura, 24/07/2026 — Dinas Kesehatan Provinsi Papua, melalui Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan, menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Pembudayaan Hidup Sehat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Horison, Jl. Raya Abepura, Kota Jayapura, pada Jumat, 24/07/2026.
?Pertemuan tersebut dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beeri Wopari, M.Kes.; Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Togu Sihombing, S.KM., M.Kes.; Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan, Samuel J.K. Kaiwai, S.Sos.; perwakilan Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Kesehatan Olahraga, Meydinda R. Surira, S.KM., M.Kes. dan Yoece Manuputty, S.KM.
?Selain membuka kegiatan secara resmi, dr. Beeri Wopari, M.Kes. juga membawakan materi terkait penanganan HIV/AIDS, TB, malaria, dan kusta. Kegiatan ini turut dihadiri oleh 44 orang perwakilan dari instansi sekolah tingkat PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA di Kota Jayapura.
Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beeri Wopari, M.Kes., menyampaikan bahwa pembudayaan hidup sehat perlu diperhatikan secara baik agar anak-anak dapat menerapkannya di mana pun mereka berada, mengingat persaingan anak-anak masa kini sudah berada di tingkat global.

"Kali ini, tentu ada hal-hal krusial yang harus kita bahas bersama sebagai wujud tanggung jawab kita sebagai tenaga pendidik untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak-anak kita, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA," ujar dr. Beeri.
?Beliau menambahkan bahwa materi pembudayaan hidup sehat ini diberikan agar dapat dipahami dan diterapkan secara optimal, baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun di masyarakat luas oleh para guru, murid, orang tua, serta tokoh masyarakat.
?"Kita memiliki tugas penting yang sama untuk diselesaikan terkait masa depan generasi emas Papua ini, yaitu menghasilkan anak-anak yang berdaya saing secara nasional maupun global. Saya bangga jika anak-anak kita kelak bisa bekerja di kementerian karena memiliki pengetahuan yang baik dan tubuh yang sehat. Di lingkungan sekolah, peningkatan kemampuan dapat diukur melalui tugas mandiri, tugas kelompok, maupun ujian. Namun, semua itu baru bisa berjalan optimal jika mereka sehat," tegasnya.
?Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara pihak sekolah, puskesmas, dan dinas terkait untuk membuat jadwal skreening (pemeriksaan) kesehatan berkala guna mendeteksi penyakit sejak dini pada anak-anak sekolah. Meskipun kurikulum pendidikan sudah terstruktur padat, tetap harus ada metode yang tepat agar materi kesehatan ini dapat tersampaikan.
?Selain itu, penanganan masalah narkoba, stunting, asupan gizi seimbang, serta pola hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi fokus utama sejak masa kehamilan hingga jenjang pendidikan tinggi.
?Lingkungan fisik sekolah—seperti ruang kelas, kantin, perpustakaan, hingga fasilitas MCK—bersama dengan peran guru, siswa, dan dukungan kebijakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan satu kesatuan ekosistem yang kuat untuk mendukung kesehatan anak.
?"Tugas kita adalah memastikan anak-anak kita tumbuh dalam keadaan sehat. Memastikan akses air bersih, kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan lingkungan dari jentik nyamuk, serta melengkapi kelulusan imunisasi adalah hal mendasar yang harus dipastikan bersama. Tujuan akhirnya adalah menciptakan generasi Papua yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga sehat dan mampu bersaing secara global," pungkasnya.(Derik Pinibo).