Foto : Dinas Kesehatan Provinsi Papua

Penguatan Imunisasi dan Surveilans Kepada Puskesmas, Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya di Kota dan Kabupaten Jayapura

Jayapura 25 Juni 2026 - Tim Core Group Partner Project (CGPP) yang diimplementasikan melalui Wahana Visi Indonesia (WVI) bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan Dinas Kesehatan Kab/Kota melaksanakan kegiatan Pelatihan dan Refreshment bagi tenaga Imunisasi dan Surveilans guna memberikan kontribusi yang optimal terhadap upaya Eradikasi Polio ditingkat Nasional dan global secara berkelanjutan. Sasaran kegiatan adalah pengelola surveilans Puskesmas dan Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan Lainnya yang memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelaksanaan surveilans di Kota Jayapura dan kabupaten Jayapura.

Kegiatan ini didanai Departemen Luar Negeri Amerika Serikat atau the United States Department of State (U.S. DoS), Pemerintah Amerika Serikat bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia, Melalui Kementerian Kesehatan., dan diikuti oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Dr. Berry I.S. Wopari, M.Kes., Kepala Bidang P2P, Aris Weya, SKM M.Kes, Dinas Kesehatan Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Puskesmas dari Kota dan Kabupaten Intervensi, Mitra Pembangunan dan Tim CGPP – Wahana Visi Indonesia. 

Kegiatan Sosialisasi Pengendalian PD3I

Keberhasilan pengendalian PD3I sangat bergantung pada sistem surveilans yang sensitif, aktif, dan responsif. Surveilans berfungsi sebagai sistem peringatan dini (early warning system) dalam mendeteksi kasus, mengidentifikasi potensi KLB, memantau tren penyakit, serta menjadi dasar pengambilan keputusan program kesehatan. Dalam konteks eradikasi polio global, Surveilans Acute Flaccid Paralysis (AFP) menjadi salah satu komponen utama yang harus dijaga kualitasnya melalui deteksi kasus yang cepat, pelaporan yang tepat waktu, investigasi lengkap, serta pengumpulan spesimen yang adekuat sesuai standar, Penguatan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta surveilans berbasis masyarakat juga menjadi bagian penting dalam memastikan respons yang cepat dan terkoordinasi terhadap potensi KLB.

Tenaga kesehatan seperti dokter Umum, dokter spesialis anak, Petugas Surveylans, petugas rekam medis dan tenaga pendukung lain di tingkat Puskesmas, Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan Lainnya memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam penyelenggaraan program imunisasi dan surveilans. Tugas tersebut mencakup perencanaan program, pengelolaan vaksin dan rantai dingin, pelayanan imunisasi, pencatatan dan pelaporan melalui sistem PWS, ASIK, dan SMILE, analisis data program, identifikasi anak sasaran imunisasi, hingga pelaksanaan surveilans dan investigasi kasus PD3I. Oleh karena itu, kompetensi tenaga kesehatan perlu terus diperkuat agar mampu melaksanakan seluruh tahapan program sesuai standar dan pedoman teknis yang berlaku, termasuk dalam penerapan kebijakan terbaru seperti penggunaan vaksin Hexavalent.

Untuk mendukung pencapaian target program imunisasi dan surveilans diperlukan kegiatan pelatihan dan refreshment bagi tenaga kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan kompetensi petugas dalam melaksanan program imunisasi dan surveilans secara terintegrasi, meningkatkan kualitas data program, memperkuat deteksi dini kasus PD3I, serta mendorong tindak lanjut berbasis data di wilayah kerja masing-masing. (HW)


Share :