Foto : Dinkes Papua, UPT ATM

ITB Bersama Dinas Kesehatan Papua Perkuat Kapasitas Kader ATMK dalam Pencegahan Penyakit Infeksi Menular di Kabupaten Jayapura

Sentani, Papua – Tim Pengabdian Masyarakat dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diketuai oleh Dr. Indra Wibowo, dengan dukungan hibah pendanaan dari Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran ITB, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura menyelenggarakan kegiatan "Peningkatan Kapasitas Proteksi Diri Kader terhadap Penularan ATMK dan Optimalisasi Alat Bantu untuk Mengurangi Kekambuhan Penyakit Infeksi Menular" pada Sabtu, 18 Juli 2026, di Ballroom Horizon 5, Hotel Horex, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Kegiatan ini diikuti oleh 21 kader ATMK (AIDS, Tuberkulosis, Malaria, dan Kusta) Kabupaten Jayapura, serta dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, ATMK Center Kabupaten Jayapura, pendamping kader, Tim Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (Perdhaki) Jayapura, dan perwakilan UNICEF. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit infeksi menular di Papua.

Acara dibuka melalui sambutan dari perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Papua (Bpk. Silas Mabui) dan perwakilan tim ITB (Dr. Indra Wibowo). Setelah itu, peserta mengikuti dua sesi penyuluhan yang berfokus pada peningkatan kapasitas kader dalam menjalankan tugas di lapangan.

Materi pertama, "Peningkatan Kapasitas Proteksi Diri Kader terhadap Penularan ATMK", disampaikan oleh Dr. Indra Wibowo. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pembekalan mengenai pentingnya perlindungan diri saat melakukan pendampingan masyarakat, termasuk penggunaan alat pelindung diri dan strategi pencegahan penularan penyakit. Dr. Indra menekankan hakikat biosafety yaitu pentingnya perlindungan terhadap diri sendiri. Sebagai bentuk dukungan nyata, tim ITB menyerahkan masker, kelambu berinsektisida, serta brosur edukasi proteksi diri yang telah disusun khusus untuk mendukung aktivitas kader di lapangan.

Selanjutnya, materi "Optimalisasi Alat Bantu untuk Mengurangi Kekambuhan" disampaikan oleh Dr. Antonius Christianto dan Dr. rer. nat. I Dewa M. Kresna. Sesi ini menekankan pentingnya pemanfaatan alat bantu sederhana untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan sehingga dapat menurunkan risiko kekambuhan penyakit infeksi menular. Dalam kegiatan tersebut, kader memperoleh pil box dan kartu obat yang diharapkan dapat membantu pasien mengelola jadwal konsumsi obat secara lebih teratur.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas layanan kesehatan di tingkat masyarakat, dilakukan pula serah terima KIT Rapid Diagnostic Test (RDT) untuk malaria, HIV, dan tuberkulosis dari tim ITB kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura dengan disaksikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung deteksi dini penyakit serta memperkuat sistem skrining di wilayah Kabupaten Jayapura.

Melalui kolaborasi antara DPMK ITB, Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas kader kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat. Diharapkan, peningkatan kompetensi kader yang disertai dengan dukungan sarana dan alat bantu ini mampu memperkuat upaya pencegahan penularan, meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien, serta berkontribusi dalam menurunkan beban penyakit infeksi menular di Kabupaten Jayapura.

Kegiatan ini menandai langkah penting dalam memperkuat kapasitas kader ATMK sebagai garda terdepan pencegahan dan pengendalian penyakit infeksi menular di Kabupaten Jayapura. Melalui dukungan keilmuan dan hibah pendanaan dari ITB, serta kolaborasi erat dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dan mitra lainnya, kader tidak hanya mendapatkan peningkatan pengetahuan, tetapi juga sarana proteksi diri, alat bantu kepatuhan minum obat, dan KIT RDT untuk mendukung kerja lapangan secara berkelanjutan. Dengan pondasi kapasitas dan dukungan fasilitas yang semakin kuat, diharapkan upaya deteksi dini, pencegahan penularan, dan pengurangan kekambuhan ATMK di Papua dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat. (I Dewa M. Kresna)

 

 


Share :