Foto : UPT BAlai ATMK Dinkes Provinsi

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Gelar Monitoring Evaluasi Program Malaria di Biak Numfor

BIAK — Dinas Kesehatan Provinsi Papua Menggelar Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Penemuan dan Pengobatan Lokus Early Detection and Treatment (EDAT) Tingkat Kabupaten Biak Numfor. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni tanggal 5–6 Agustus 2026 di Ruang Pertemuan Hotel Mapia Biak, dibuka dan ditutup langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor (Daud Nataniel Duwiri, SKM., M.Kes).

Pertemuan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya percepatan pencapaian target Indonesia Bebas Malaria Tahun 2030. Langkah strategis ini merespons situasi endemik malaria di Tanah Papua yang menyumbang mayoritas kasus secara nasional, yaitu mencapai 93% dari 543.959 kasus pada tahun 2024 dan meningkat menjadi 95% dari 641.888 kasus pada tahun 2025. Melalui implementasi strategi TOKEN (Temukan, Obati, KENdalikan Vektor) yang bersumber dari anggaran GF-ATM Komponen Malaria Provinsi Papua Tahun 2026, evaluasi ini bertujuan untuk meninjau capaian semester pertama, mengidentifikasi kendala lapangan, serta menyusun langkah tindak lanjut.

Peserta Agenda Srategis Pelaksanaan penemuan dan pengobatan lokus Early And Treatment (EDAT))

Sebanyak 70 peserta menghadiri agenda strategis ini, yang terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Papua, jajaran struktural Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, Unicef, serta utusan dari 21 puskesmas se-Kabupaten Biak Numfor.

Dalam upaya mempercepat penanganan malaria, seluruh pihak telah menyepakati lima langkah strategis utama. Puskesmas kini diwajibkan melacak dan memeriksa lingkungan serta warga di sekitar pasien positif malaria dengan cepat, sekaligus rutin mengirimkan sampel darah ke Dinas Kesehatan demi menjaga keakuratan hasil laboratorium. Untuk mencegah masuknya penularan baru, warga maupun wisatawan yang hendak bepergian ke Biak juga diwajibkan melakukan tes malaria di daerah asal mereka. Selain itu, seluruh data pemeriksaan hingga keberadaan jentik nyamuk dilaporkan secara digital dan tepat waktu melalui aplikasi E-Sismal.

Melalui komitmen bersama ini, Kabupaten Biak Numfor optimistis dapat menekan angka kesakitan malaria dan mempercepat terwujudnya wilayah bebas malaria. (Arif)


Share :