Pembinaan SKAMRT dan SKUDR Tingkatkan Kapasitas Petugas Kesehatan Lingkungan di Supiori
SUPIORI, 31 Juli 2026 – Dinas Kesehatan Provinsi Papua melalui Tim Kesehatan Lingkungan melaksanakan kegiatan pembinaan dan pendampingan Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) dan Surveilans Kualitas Udara Dalam Ruang (SKUDR) di Kabupaten Supiori, Jumat (31/7).
Tim pendamping terdiri atas Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Feri D. Maitindom, ST., M.Si., serta Pengelola Program STBM Provinsi Papua, Dennis Hengga, S.KM.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan teknis petugas kesehatan lingkungan dalam melaksanakan surveilans kualitas air minum dan kualitas udara dalam ruang di wilayah kerja masing-masing.
Peserta yang mengikuti kegiatan meliputi penanggung jawab program Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinas Kesehatan Kabupaten Supiori beserta staf, serta penanggung jawab kesehatan lingkungan dari lima puskesmas.

Tim pendamping tiba di Kabupaten Supiori pada 30 Juli 2026 dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Supiori untuk memastikan pelaksanaan bimbingan teknis yang kemudian diselenggarakan di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Supiori pada 31 Juli 2026.
Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan penjelasan mengenai indikator program kesehatan lingkungan, evaluasi capaian program hingga triwulan I tahun 2026, sumber pembiayaan kegiatan melalui Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), sistem pelaporan berbasis aplikasi, serta demonstrasi penggunaan Sanitarian KIT untuk pengukuran kualitas air dan kualitas udara.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi. Berdasarkan hasil diskusi, peserta mengaku masih memerlukan pendampingan terkait penentuan jumlah sampel surveilans, mekanisme pembiayaan kegiatan melalui dana BOK, serta penggunaan Sanitarian KIT yang sebelumnya belum pernah disertai pelatihan operasional.
Tim Dinas Kesehatan Provinsi Papua menjelaskan bahwa pelaksanaan SKAMRT dan SKUDR masing-masing menggunakan 30 sampel sesuai ketentuan program. Tim juga mendorong penanggung jawab kesehatan lingkungan di puskesmas untuk aktif berkoordinasi dengan kepala puskesmas dalam perencanaan dan pemanfaatan anggaran BOK.
Pada sesi praktik, peserta memperoleh pelatihan penggunaan berbagai peralatan Sanitarian KIT, antara lain termometer, pH meter, TDS meter, serta particulate meter untuk pengukuran PM10 dan PM 2,5. Demonstrasi dilakukan agar petugas mampu mengoperasikan peralatan secara mandiri saat melakukan pengawasan kesehatan lingkungan di lapangan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Diharapkan pembinaan dan pendampingan ini dapat meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan lingkungan sehingga pelaksanaan SKAMRT dan SKUDR di Kabupaten Supiori berjalan lebih optimal dan mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. (Derik Pinibo).