Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembudayaan Hidup Sehat Kab.Serui
Dinas kesehatan provinsi Papua, Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan, melakukan bimbingan teknis (Bimtek) Pembudayaan Hidup Sehat (GERMAS) dikabupaten Serui. (28-1/7/2026).
Dalam rangkah (Bimtek) Pembudayaan Hidup Sehat (GERMAS) kabupaten Serui, tim mengevaluasi 8 indikator kegiatan, yaitu pelaksanaan gerakan aksi bergizi, gerakan cegah stunting, gerakan bumil sehat, gerakan posyandu aktif, gerakan kebugaran jasmani, pelaksanaan gerakan pengendalian penyakit prioritas kardiovaskular, kanker, jantung, stroke, uronefrologi dan KIA sekaligus dilatih mengimput laporan kegiatan di aplikasi komdat.
Pelaksanaan gerakan aksi bergizi, sudah pernah dilaksanakan minum tambah tablet darah (TTD), edukasi gizi, aktivitas fisik pemberian makanan tambahan (PMT) remaja putri, kepada tingkat SMP, SMA sebanyak 10 sekolah, tetapi ketika tim mengecek bukti fisik tidak ada laporan kegiatan, gerakan cegah stunting, pun tidak ada laporan kegiatan sebagai bukti fisik, ketika tim temui dilapangan. Gerakan bumil sehat, sudah pernah laksanakan kegiatan seperti senam pagi ibu hamil, pengeggaran, namun hanya dokumentasi saja, laporan kegiatan tidak ada baik bukti fisik laporan manual maupun laporan yang harus ubdate diaplikasi komdat
Lanjut, penanggungjawab tidak mengimput laporan kegiatan kedalam aplikasi komdat, indikator capaian kegiatan tidak naik ketika dimonitor oleh provinsi dan pusat, gerakan posyandu aktif, tidak ada tunjukkan bukti fisik, seperti rekap posyandu, register posyandu dan dokumentasi kegiatan, gerakan kebugaran jasmani, laporan kegiatan tidak ada, ada bukti fisik. Namun pelaksanaan gerakan pengendalian penyakit prioritas kardiovaakular, kanker jantung, stroke, uronefrologi dan KIA, laporan kegiatan tidak ada, tetapi kepala seksi. Promkes mengungkapkan kegiatan pernah laksanakan.
Bimbingan teknis (Bimtek) dilaksanakan diruang kerjanya kepala seksi.Promkes, Marthen Ambrokari dinas kesehatan kabupaten Serui, tim dari dinas kesehatan provinsi Papua sebanyak 4 orang dari seksi pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan, tim ketemu langsung di ruang kerja kepala seksi promkes dinas kesehatan kabupaten Serui, Marthen Abokari selaku kepala seksi Promkes dan bersama staf pada dinas kesehatan, kabupaten serui, menyambut kehadiran dari tim dinas kesehatan provinsi Papua.
Diharapkan laporan kegiatan (Germas) ditingkat Puskesmas terkait kelas ibu hamil, kelas balita dimasukan kedalam aplikasi microsite dan aplikasi komdat di promkes sehingga provinsi memantau capaian kerja yang dikerjakan oleh teman-teman kabupaten dan puskesmas ini.
Kendala, jaringan internet, karena beberapa puskesmas yang jauh dari ibu kota Serui, yaitu sebanyak 10 Puskesmas dan itu bisa jangkau dengan speedboat, dan terkait data, sering pihak Puskesmas ribet dikasih laporan kegiatan ke dinas kesehatan dan juga seksi-seksi lain yang jalankan kegiatan juga demikian, sehingga kita tidak ada bank data akhirnya tidak mengimput data kegiatan di aplikasi komdat. Kemudian juga masala tenaga kader tingkat kampung tentu kendala karena rata-rata banyak yang usia tua.
Tahun lalu belum dilaksanakan kegiatan kelas ibu hamil, Aksi Ibu Hamil, maupun Gerakan Posyandu. Pada tahun ini, kegiatan tersebut mulai dilaksanakan kembali, meliputi kelas ibu hamil, senam ibu hamil, dan penganggaran untuk kegiatan ibu hamil.
Pada tahun 2026, kegiatan telah direncanakan dan tersedia dalam program, namun pelaksanaannya belum dimulai. Kegiatan gerakan hidup sehat (Germas) telah dianggarkan dalam program tahun 2026.
Kegiatan promosi kesehatan (Promkes) dibiayai dari sumber dana Alokasi Khusus DAK, kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) untuk puskesmas ditargetkan terlaksana sebesar 100 %. Sementara itu, dana otonomi khusus (Otsus) dialokasikan untuk mendukung pelayanan persalinan.
Marthen Ambrokari, selaku kepala seksi. Promkes, mengungkapkan laporan kegiatan berjenjang tingkat Puskesmas terlambat mengirimkan dikarenakan belum ada jaringan internet dan terdapat lokasi yang berada 10 Puskesmas bisa tempuh dengan perjalanan speedboot.
Mampu menjalankan kegiatan secara maksimal walaupun anggaran kegiatan germas tidak ada, perlu dukungan dari pemda, demi kelancaran kegiatan pendampingan dinas kesehatan kabupaten ke Puskesmas-Puskesmas yang ada di kabupaten Serui. Perlu pendampingan yang aktif dari dinas kesehatan kabupaten ke petugas Puskesmas dan pelaporan kegiatan dari Pusksesmas tepat pada waktunya. (Derik Pinibo)