Perlunya Keterlibatan Lintas Sektor, Guna Mendukung Generasi Emas Bebas Wasting.
Jayapura 09-03-2026, Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Kepala seksi Kesga dan Gizi, dalam rangkah Penguatan Strategi Penanganan Balita Wasting untuk mendukung generasi Emas kegiatan tersebut dilaksanakan tepatnya di Hotel Suni Jl. Raya Abepura Kota Jayapura, Provinsi Papua. Senin, 03/09/2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh UNICEF Indonesia, Universitas Cenderawasih, Inspektorat daerah prov.Papua, BPKP Prov.Papua, BAPPERIDA Prov.Papua, Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Dinas Kesehatan Prov.Papua ( Kesga Gizi, Promkes, P2P dan Yankes, Badan Pengelolaam Keuangan dan Aset Daerah prov.Papua, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prov.Papua, TP PKK prov.Papua, Dinas Sosial Prov.Papua, Dinas Pemberdayaan Masyarakat prov.Papua, Kabupaten Jayapura, kota Jayapura peserta yang hadir mengikuti kegiatan workshop sebanyak 45 orang.
Untuk perencanaan pengambilan kebijakan, maka kita buatlah RPJMDnya kita, itu mengacu kepada data survei karena metologinya SDM yang dipakai kemudian alat yang kita ukur, kita pakai juga harus sesuai dengan diperuntukkannya soal data rutin, kemudian titik lokasinya terbaca melalui koordinan, tidak bisa karang-karang, kalau data ruting. Karena itu pentingnya Anggaran yang diterima kabupaten dipakai untuk kepentingan sesuai peruntukkannya keterlibatan semua pihak, jika saya menunjukkan memperlihatkan data kita bisa lihat bersama masalah anggaran, karena itu jangan lagi membuat patah semangat, kita tetap solid. Kegiatan rutin juga menjadi perhatikan, hal tersebut disampaikan dalam materi pemaparan oleh Kepala Seksi Kesga dan Gizi Ellen Kipuw, SKM.,M.Kes.,M.Si.
Kita berbicara stunting itu bukan bicara dari sisi makan saja tetapi, ada intervensi sensitif yang perluh kita lihat kemdian menjadi benahi supaya semuanya bisa teratasi dengan baik. Karena anak stunting itu tidak langsung stunting tetapi dia dari T dulu, berat badan tidak naik berturut-turut, kemudian dia menjadi anak dengan berat badan kurang, kemudian dia menjadi gizi kurang, kemudian gizi buruk, kalau kita tidak atasi sampai 12 kali lebih cepat anak mati, 3 kali lebih cepat untuk stunting, hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Kesga dan Gizi Ellen Kipuw, SKM.,M.Kes.,M.Si.
Kemudian ia juga menambahkan pentingnya Intervensi untuk vitamin-vitamin, kementerian sudah tentukan menu - menunya itu yang teman-teman puskesmas dikerjakan, yang lebih menentukan kasus, menentukan jumlahnya teman-teman puskesmas, bukan dari kami diprovinsi, bukan juga tanggungjawabnya teman-teman di kabupaten, tetapi dibuatlah sesuai dengan perencanaan dan anggaran yang diturunkan. Jika puskesmas tidak selesaikan dalam target waktu yang ditetapkan dari pusat kami dikejar-kejar dari kementerian RI samapai kita ditegur karena itu menjadi tugas kita bersama.
Reword juga penting untuk kabupaten-kabupaten yang dinilai kinerja capaiannya maksimal, kami bisa diskusikan kami diprovinsi untuk tahun 2026 supaya memotivasi teman-teman di kabupaten didalam melakukan tanggungjawab yang dikerjakannya, kemudian untuk data manual kalau untuk remaja putri, bukan baru ya, itu sudah dari sejak tahun 2023, 2024 dan 2025, semua remaja putri itu harus diimput disekolah-sekolah, cuma menjadi kendala adalah Nomor Induk Nasional NIK karena sulit akses kedalam aplikasi IDK.
Pasangan yang tidak punya NIK sulit diakses Identitas Kependudukan Digital IKD bahkan tingkat SD, SMP, dan SMA tentu ditolak oleh sistem aplikasi dan juga pasangan-pasangan yang tidak punya status yang disahkan didalam lembaran negara mereka punya hak untuk mendapatkan pelayanan tetapi juga sangat mempengaruhi dalam pelayanan akhirnya tidak tercapailah kita punya capaian-capaian.
Untuk provinsi Papua hanya 3 kabupaten yang ada kode SBS/ODFnya untuk STBM stop buang air sembarangan, yaitu kabupaten Biak Numfor, kota Jayapura dan kabupaten Jayapura, karena itu kami mendorong teman-teman kesling untuk mendorong kabupaten - kabupaten untuk mengikuti tahun ini, karena kabupaten yang lain bisa bersaing dengan kabupaten lain di Papua, janganlah kalah dengan Provinsi lain diIndinesia. Kami berharap kabupaten Jayapura juga ikut supaya bisa bebas dari stop buang air besar sembarangan, PAUD juga segera integrasikan sehingga semua berjalan dengan maksimal.
Kita juga sedang mendorong untuk teman-teman kabupaten Jayapura dan kota Jayapura, untuk layak anak, khususnya dipuskesmas - puskesmas kalaupun sudah layak anak, semua diprioritaskan, kebetulan saya juga salah satu penilai kabupaten yang layak anak sehingga PAUD juga ikut masuk ke kader posyandu, karena kita tahun 2024 tidak masuk sampai ke pusat dikarenakan data yang diabload lain data yang diminta pusat lain, akhirnya terjadinya adalah tidak valid sah, karena itu keterlibatan dukungan dari semua pihak.Kita punya indikator-indikator yang dibutuhkan untuk salah satu penilaian, karena itu teman-trman dibantu, data - data itu disahkan oleh kepala dinas kalau boleh bupati yang ditandatanggani, supaya data-data dapat dinilai sebagai salah satu penilaian mandiri yang diabload diaplikasi kabupaten penilaian layak anak dipusat.
Kendala dalam penguatan strategi penanganan balita wasting untuk mendukung generasi Emas adalah:1). pelaksanaan gangguan aplikasi, 2). perangkat komputer leptop di puskesmas bermasala jaringan internet 3).sumber daya manusia penangungjawab pencatatan dan pelaporan 4).kurang transparan dalam pengunaan anggaran 5).rendahnya pemberian PMT lokal dalam tatalaksana masala gizi; 6). hunishement dan reword penganggaran mempengaruhi kelancaran program rutin; 7).belum semua puskesmas melakukan distribusi TTD rematri secara merata disekolah; 8).kehadiran Posyandu menurun.
Solusi Pelaksanaan Program Kesga dan Gizi tahun 2025 adalah: 1).Peningkatan kapasitas nakes melalui zoom meeting
2). Lengkapi perangkat lunak, star link 3). Transparansi pengunaan dana BOK sesuai tugas fungsi 4). Kerja sama lintas sektor terkait dan akademisi 5).Dukungan anggaran kegiatan pendampingan provinsi ke kabupaten ke kota
Upaya penanganan wasting secara dini merupakan langkah strategis dalam menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Melalui kolaborasi tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat, kita dapat memperkuat fondasi kesehatan anak-anak di layananan kesehatan.
Perluh evalusi tim tatalaksana gizi buruk rumah sakit puskesmas baik rawat jalan maupun rawat inap, dan guru PAUD yang sudah terlatih. Deteksi penemuan dini kasus dan rujukan ke puskesmas oleh kader bersama guru PAUD. Hidup kembali kelasparenting bagi orang tua murid disatuan PAUD, klasparenting ini penemuan dini kasus dan rujukan.
Kami percaya bahwa dengan komitmen bersama, target penurunan angka wasting dapat tercapai. Semoga langkah ini menjadi langkah tepat bagi terciptanya masa depan Indonesia yang lebih sehat. (Derik Pinibo)