Foto : UPT ATMK Dinkes Papua

RSUD Kwaingga Didorong Hadirkan Layanan TBC RO di Kabupaten Keerom

Keerom, Papua — Dinas Kesehatan Provinsi Papua terus mendorong pengembangan layanan Tuberkulosis Resistan Obat (TBC RO) di RSUD Kwaingga, Kabupaten Keerom, sebagai langkah strategis untuk mendekatkan akses pengobatan bagi masyarakat.

Kegiatan pengembangan layanan ini merupakan kunjungan lanjutan setelah kunjungan sebelumnya yang telah dilakukan pada tahun 2024, dengan tujuan melihat kesiapan fasilitas, sumber daya, serta kebutuhan yang perlu diperkuat untuk mendukung penyelenggaraan layanan TBC RO di RSUD Kwaingga. Kebutuhan tersebut menjadi semakin penting mengingat hingga saat ini terdapat lima pasien TBC RO dari Kabupaten Keerom yang telah ditemukan dan harus dirujuk ke RSUD Abepura, Kota Jayapura, untuk memulai pengobatan.

Peserta kegiatan pengembangan layanan TBC RO di RSUD Kwaingga

Penanggung Jawab Program TBC Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Yulpriati Kalua, SKM., M.KM., menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan masyarakat agar pasien tidak terbebani oleh jarak maupun biaya selama menjalani pengobatan. “Dinas Kesehatan Provinsi terus berupaya mendorong RSUD Kwaingga membuka layanan TBC RO agar memudahkan akses dan meringankan beban biaya kepada pasien TBC RO di Kabupaten Keerom,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, dr. Carla Dexiana Suzan, MPH., yang menekankan bahwa pembukaan layanan TBC RO di RSUD Kwaingga merupakan kebutuhan penting untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Keerom. Menurutnya, keberadaan layanan TBC RO secara mandiri di RSUD Kwaingga akan memperpendek jangkauan pelayanan sehingga pasien yang telah terdiagnosis dapat segera memulai pengobatan tanpa harus dirujuk ke luar kabupaten.

Dari sisi kesiapan fasilitas, Staf Teknikal TBC RO Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Leonardo Kopon, SKM., menjelaskan bahwa RSUD Kwaingga memiliki keunggulan strategis karena menjadi satu-satunya fasilitas kesehatan di Kabupaten Keerom yang telah dilengkapi mesin Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk pemeriksaan laboratorium TBC. “Dengan adanya mesin TCM, ketika terduga TBC teridentifikasi, pemeriksaan dapat dilakukan di RSUD Kwaingga sehingga proses diagnosis dan pengobatan dapat dipercepat tanpa harus merujuk pasien ke Kota Jayapura,” jelasnya.

Pengembangan layanan TBC RO di RSUD Kwaingga diarahkan untuk mendekatkan akses layanan, meningkatkan angka keberhasilan pengobatan (success rate), memutus rantai penularan TBC RO, serta memperkuat kapasitas fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas. Sebagai bentuk komitmen bersama, hasil kegiatan telah dituangkan dalam rekomendasi yang ditandatangani oleh tiga pihak, yaitu Penanggung Jawab Program TBC yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, dan Direktur RSUD Jayapura, untuk selanjutnya ditindaklanjuti sesuai dengan rekomendasi dan tahapan pengembangan layanan yang telah disepakati. (Chris)


Share :