Kinerja Pelayanan Kesehatan dan Penanganan Covid-19 di Provinsi Papua

Potret saat PON dan PEPARNAS di Papua

Faktor Resiko dan Budaya di Papua terhadap Covid-19

– Masih tingginya kasus gizi buruk(2,203 balita), gizi kurang (6863 balita), penyakit TB (11,699 orang) ,HIV (16,980 orang), AIDS (26,295 orang), malaria (214,917) dan penyakit kronis lainnya seperti Jantung dan  Diabetes membuat masyarakat menjadi rentan. Anak –anak memiliki imunisasi dasar lengkap 71,8%.

– Sosial Budaya Masyarakat — resiko  pegang tangan, gereja/umat, acara duka , acara adat

Keterbatasan Hospital :

– Sejak menyebarnya Virus Corana Pemerintah Papua telah menyiapkan 16 Rumah sakit Rujukan baik di ibukota provinsi dan kabupaten ,selama 6 bulan terakhir berapa rumah sakit juga merawat orang dengan Covid-19.

– Keterbatasan fasilitas kesehatan  Rumah sakit dan puskesmas di Provinsi Papua dengan tenaga medis (1077 dokter), perawat (9912), bidan (2602),kefarmasian (471), Kesmas (574), Kesling(252), Gizi(335), fisoterapi(51) dan teknis medis(118).

VISI Gubernur dan Wakil Gubernur Papua:
  “Papua Bangkit, Mandiri, dan Sejahtera yang Berkeadilan

MISI
1. Memantapkan kualitas dan daya saing SDM
2. Memantapkan rasa aman, tentram dan damai serta kehidupan demokrasi dalam memperkuat NKRI Penguatan tata kelola pemerintahan
3. Penguatan dan Percepatan Perekonomian Daerah sesuai potensi unggulan lokal dan pengembangan wilyah berbasis kultural
4. Percepatan pembangunan daerah tertinggal, terbelakang, terdepan

Cakupan Imunisasi COVID  Per Regional di Papua per 28 Juni 2022